Wihara Ekayana AramaWihara Ekayana Arama - Indonesia Buddhist Centre adalah sebuah wadah bagian dari Yayasan Triyanavardhana Indonesia yang didirikan untuk membantu pemutaran roda Dharma dengan semangat non-sektarian melalui penyediaan berbagai pelayanan dan program pembinaan spiritual berkelanjutan yang berlandaskan pada esensi pandangan dan praktik yang Buddhistik. Wihara Ekayana Arama senantiasa memiliki visi untuk mengembangkan agama Buddha dalam skala yang luas.
Renungan HarianMenurut ajaran Buddha, perbuatan baik atau buruk yang didasari kehendak, bukanlah “akibat” dari perbuatan sebelumnya, tetapi adalah “perbuatan” itu sendiri.
Kehendak tidak dipengaruhi oleh buah karma lampau.
Misal kita melihat sesuatu yang indah, maka kesadaran melihat yang indah adalah karma baik yang berbuah.
Namun reaksi kita terhadap aktivitas melihat bukanlah buah karma. Jika anda melekat terhadap sesuatu yang indah tersebut, maka reaksi anda itu adalah karma buruk.
Jika reaksi anda sesudah melihat yang indah tersebut muncul pikiran tentang sifat sejati dari benda, yaitu tidak kekal dan akan mengikuti kaidah alam: muncul dan lenyap, maka reaksi anda adalah karma baik.
Apa pun yang kita hadapi atau alami dalam hidup ini adalah hasil dari karma lampau, namun reaksi anda terhadapnya bukanlah akibat karma. Reaksi anda adalah karma baru.Sayadaw U Silananda, Kamma - Hukum Sebab Akibat, Anatta - Doktrin Tiada Inti Diri, hal. 35-37Rabu, 13 Mei 2026
Kehendak tidak dipengaruhi oleh buah karma lampau.
Misal kita melihat sesuatu yang indah, maka kesadaran melihat yang indah adalah karma baik yang berbuah.
Namun reaksi kita terhadap aktivitas melihat bukanlah buah karma. Jika anda melekat terhadap sesuatu yang indah tersebut, maka reaksi anda itu adalah karma buruk.
Jika reaksi anda sesudah melihat yang indah tersebut muncul pikiran tentang sifat sejati dari benda, yaitu tidak kekal dan akan mengikuti kaidah alam: muncul dan lenyap, maka reaksi anda adalah karma baik.
Apa pun yang kita hadapi atau alami dalam hidup ini adalah hasil dari karma lampau, namun reaksi anda terhadapnya bukanlah akibat karma. Reaksi anda adalah karma baru.Sayadaw U Silananda, Kamma - Hukum Sebab Akibat, Anatta - Doktrin Tiada Inti Diri, hal. 35-37Rabu, 13 Mei 2026
